Friday, February 3, 2017

// // Leave a Comment

Kapan Saat Berbahaya dalam Trading Saham ?

Apakah kita pernah menyadari setelah beberapa kali kita cuan dalam trading, kita kerap kali mengalami loss yang signifikan? Setelah cuan,  dalam perasaan kita bisa muncul suatu emosi yang mendorong kita mencaplok beberapa saham tanpa signal entry yang tepat atau menyalahi prinsip mendasar kita.

Percaya diri namun ternyata blunder dan tergiur eforia, kita lagi istilahnya "high"  biasa terjadi jika kebiasaan ini tidak kita kikis, percayalah bisa jadi suatu hari fenomena ini yang akan mengiring kita ke laut lepas..hehehe...apalagi kalo kita baru dalam fase awal trading, belum cukup makmur. Kerap kali jika trader cuan, ia akan scan chart namun beberapa prinsip dasar di tubruk saja, mengikuti emosi alam bawah sadar yang belum solid. Betul atau benar?

Memang sih, sebagai trader kita ndak akan mampu menghindari yang namanya loss. Loss dalam trading barangkali hanya ukuran statistik, mustinya ada dan sehat yang kudu diterima sebagai bagian dari trading. Namun,  loss yang melanggar prinsip dasar, emosional hendaknya dapat diminimalisir, emosi ya, emosi  muncul dari stimulasi otak bawah sadar. Nah inilah, sebagai trader harus disiplin, dalam bagaimana bersikap....makin lama makin mantap....teorinya CANI..Constant And Never ending Improvement....

Mengapa Trader cenderung Loss setelah Cuan

Memang salah satu saat kritis adalah saat kita udah merasa cuan gede. Koq bisa ya? ya ada penjelasan ilmiahnya yang bisa kita pahami barangkali.

Begini, jadi jika misalnya si Mark john cuan gede di DEWA, dia merasa wah hebat, nah emosi itu sering ndak bisa dihindari dan itu hal umum dikalangan dunia persahaman. Nah disinilah efek eforia ini teradang dapat membawa kita ke situasi yang berbahaya, jika kita ndak sadar dan bagaimana mencermati situasinya. Jadi begini situasinya, ada suatu zat dopamine dalam tubuh kita yang merupakan suatu senyawa kimia yang dilepaskan otak  (lebih detail mengenai dopamine) saat  diri kita merasakan emosi yang positif, contohnya baru cuan gede BIPI.  Potensi bahaya muncul dari yang kita kenal sebagai kecanduan. Trader dapat kecanduan dari perasaan yang terbit dari kontribusi dopamine DEWA, lalu embat saham MTFN dosis jauh lebih gede..dan ngdrop lalu cut loss...

Bagi trader, kemenangan kita punya kecenderungan yang namanya over trade dan sebagai akibatnya kita menemukan diri kita "melakukan hal bodoh" belakangan, dikarenakan sistem pemograman alam bawah sadar kita yang  lebih bertendensi tergiurnya kenikmatan dopamine. Saat cuan, intensitas dopamine gede, otak kita lalu mempersepsikan market ok dan karena dasarnya emosi dopamine maka disitulah muncul deviasi/penyimpangan dari prinsip dasar trading yang ideal.

Sistem otak kita akan mengusahakan segala sesuatunya agar perasaan bahagia itu eksis. Ironisnya, seperti itulah ketagihan, narkoba, judi, bla bla bla,  pelepasan dopamine terlepas apakah hal tersebut baik buat tubuh atau tidak. Saat melakukan entry, ketika sistem otak teringat cuan terakhir yang gede, perasaan kita merasa termotivasi. Pengambilan posisi beradasar perasaan itu bisa menyesatkan dan bisa jadi kita mendapati loss beruntun dalam trading kita dan  lama lama balance account kita semaput.

Makanya, kalo kita mengikuti efek dopamine, sistem pemograman trading kita bisa keliru. Kitanya perlu menyadari hukum genetikal ini. Dopamine bisa jadi dua mata pedang yang kalo sudah sampai levelnya Master bisa mewujudkan kebahagian lewat trading atau sebaliknya bisa semaput bagi yang belum sampai levelnya. Ibarat karate masih sabuk kuning atau biru, belum hitam. Tapi ya terserah Anda juga mau setuju fenomena ini atau ndak, namun pesan saya usahakan yang terbaik dalam hal trading Anda, baik money management, method and mental. Kita harus menyadari pikiran kita dan mengendalikannya, jangan biarkan pikiran mengontol Anda dalam cara yang destruktif.  Ingat, pikiran adalah pelopor segalanya.

Solusi

Jadi , setelah kita mengetahu mengapa kita cenderung loss setelah cuan, inilah saatnya bagi kita untuk merefleksi diri sebagai trader. Bagaimana memprogram agar pikiran kita dapat menghidari kekeliruan mendasar ini kelak. Salah satu tip  mungkin memprogram dalam otak kita, kalo kita mengikuti emosi semata maka kita harus katanya "tunggu dulu, pikir dulu Bro"  jangan pake Dopamine aja loe.  Bicaralah pada diri kita sendiri, programkan pada alam bawah sadar kita selalu kita menguti trading plan dan prinsip dasar kita., hal yang kagak boleh wajib ada dalam setiap eksekusi.

Solusi atas kekeliruan kita selama ini bisa menjamin kita menjadi lebih menghindari emosi semata, dan memberi penekanan pada trading plann yang terukur, mungkin misalnya penulis "Darvas stock style with swing combination". Kita perlu membuat dan mengikuti trading plan kita sehingga kita ndak mudah banget masuk dan keluar ndak jelas gitu. Hanya semata kita berpikir dan berperasaan itu saham mau naik. Ingat, pepatah trading, "trade what you see not what you think".

Intinya, kita perlu menyadari kemistri otak kita dan menyaring, mengikuti rencana trading kita. Kita baru dapat berharap pelepasan dopamine itu bukan dikarenakan efek candu, bukan kecanduan emosi yang didapat dari memaksa cuan karena emosional.

Jadi kita dapat membuat ringkasan menghindari kecendrungan over trade ya...:
  •  Milikilah trading strategi yang mumpuni/teknik trading terukur, profitable yang Anda pahami dan sesuai dengan diri Anda.
  • Trading plan harus didasarkan pada startegi di atas.
  • Yakinkan diri kita, keputusan dibuat diri Anda dengan akal sehat bukan emosi, terukur dalam rencana trading Anda.
  • Rencana Trading Anda seolah olah sebagai filter atau menu, yang akan selalu entry dan exit sesuai catatan Anda, sehingga menghindari "efek dopamine" yang terkadang muncul seperti pencuri dalam pikiran Anda.

Kesimpulan

Hal terbaik untuk meminimalisir loss karena emosi adalah ,memastikan diri Anda bertindak sesuai dengan teknikal chart Anda tiap hari.  Ketika Anda pada posisi sudah mumpuni dalam strategi trading Anda, Anda hanya perlu rutin menyusun rencana trading dan setialah kepadanya, untuk memastikan bukan emosi yang memacu Anda mengambil putusan trading saham sehingga sering blunder

Anda dapat membaca di sumber buku rekomendasi Jayadipa, gratis untuk mengasah lebih tajam lagi pemahaman dan teknik trading Anda sambil CANI (Constant and Never Ending Improvement) sehingga Anda menjadi trader atau investor yang tangguh kelak....

Salam,
Jayadipa


0 comments:

Post a Comment